Dosen D3 Manajemen Pajak UNIPMA Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah IKPI Nasional
Universitas PGRI Madiun – Dosen D3 Manajemen Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), Sendy Dwi Haryanto, S.Pd., M.A., CSRS., CSRA., Cert. Da., meraih juara pertama lomba karya ilmiah yang digelar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dalam rangka HUT ke-61.
Penghargaan tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “Corporate Tax Avoidance and Carbon Intensity: Does Carbon Tax Adoption Matter? Evidence from ASEAN-5”. Karya tersebut membahas keterkaitan antara penghindaran pajak perusahaan dan intensitas emisi karbon di lima negara ASEAN.
Penelitian Sendy Dwi Haryanto, S.Pd., M.A., CSRS., CSRA., Cert. Da., menggunakan 6.050 data perusahaan tercatat di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura selama periode 2017–2024. Riset itu menguji apakah perusahaan yang melakukan penghindaran pajak cenderung memiliki intensitas emisi karbon lebih tinggi, sekaligus melihat pengaruh penerapan pajak karbon terhadap hubungan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara penghindaran pajak korporat dan intensitas emisi karbon. Namun, hubungan tersebut cenderung melemah di negara yang telah menerapkan kebijakan pajak karbon.
“Reformasi pajak dan reformasi karbon selama ini diperlakukan sebagai dua agenda terpisah. Data dari 756 perusahaan di lima negara ASEAN menunjukkan keduanya sebenarnya satu agenda yang sama,” ujarnya Jumat (28/8), kemarin.
Menurut beliau, penelitian tersebut berangkat dari fenomena meningkatnya emisi karbon di kawasan ASEAN di tengah penurunan tarif pajak efektif yang dibayarkan perusahaan. Kondisi itu kemudian mendorong kajian mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara perilaku perusahaan dalam mengelola kewajiban pajak dan keputusan investasi terhadap teknologi ramah lingkungan.
Temuan penelitian juga dinilai relevan bagi Indonesia yang mulai mengembangkan kebijakan perdagangan karbon. Indonesia meluncurkan bursa karbon pada 2023, sehingga hasil penelitian tersebut dapat menjadi salah satu dasar empiris untuk melihat keterkaitan antara kebijakan perpajakan dan pengendalian emisi.
“Bagi Indonesia yang baru meluncurkan bursa karbon pada 2023, temuan ini memberi dasar untuk memperluas cakupan kebijakannya,” kata tambahnya.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut diharapkan dapat mendorong pengawasan kepatuhan pajak dan pengawasan emisi agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Pendekatan yang menghubungkan kedua aspek tersebut dinilai dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai perilaku perusahaan dan dampaknya terhadap lingkungan.
Lomba karya ilmiah tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-61 IKPI yang berlangsung mulai 23 Agustus hingga acara puncak pada 27 Agustus di Pullman Jakarta Central Park.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari civitas akademika D3 Manajemen Pajak FEB Universitas PGRI Madiun. Prestasi ini juga diharapkan mendorong dosen untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan persoalan perpajakan, lingkungan, dan perkembangan kebijakan di Indonesia.



